Karsa Nusantara 2026

  • Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi, Riset, dan Kecerdasan Buatan

     

  •  

     

    Tema Seminar Nasional Karsa Nusantara 2026:

  • "Sinergi Teknologi dan Kearifan Lokal dalam Memperkuat Industri  Kreatif"

SEMINAR NASIONAL KARSA NUSANTARA 2026 merupakan forum ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, sebagai wadah publikasi hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan telah memiliki E-ISSN, acara ini menjadi ajang prestisius bagi akademisi, praktisi, dan inovator di Indonesia untuk bertukar pikiran, memaparkan riset terkini, serta mendiskusikan solusi teknologi mutakhir. Mengusung semangat kolaborasi lintas bidang, seminar ini mencakup beragam ranah keilmuan seperti rekayasa, sains, kecerdasan buatan, serta ilmu sosial, hukum, politik, dan kedokteran. Seluruhnya diarahkan untuk mewujudkan sinergi antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kearifan lokal, guna memperkuat fondasi industri kreatif Indonesia agar mampu bersaing di kancah global bahkan Internasional.

Keutamaan Seminar
1. Menjembatani Kesenjangan antara Dunia Akademik dan Industri
Seringkali terjadi gap antara riset yang dilakukan di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil di lapangan. Peneliti sibuk dengan publikasi, sementara industri sibuk dengan produksi. Seminar ini menjadi jembatan komunikasi yang mempertemukan keduanya. Dengan dialog langsung, hasil riset dapat diarahkan untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi oleh industri dan masyarakat.

2. Mendorong Hilirisasi Riset agar Tidak Sekadar Menjadi Arsip
Banyak riset inovatif yang berhenti di tahap laporan atau jurnal. Seminar ini dirancang untuk mempercepat proses hilirisasi dan komersialisasi inovasi. Dengan mempertemukan peneliti dan pelaku industri, diharapkan lahir proyek-proyek percontohan (pilot project) yang aplikatif dan bernilai ekonomi, sesuai dengan amanat UU No. 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek.

3. Membangun Ekosistem Kolaborasi Triple Helix yang Kuat
Seminar ini mengimplementasikan secara nyata konsep kolaborasi Triple Helix (Akademisi, Industri, Pemerintah). Dengan hadirnya tokoh seperti Ibu Arumi Bachsin (representasi pemerintah/penggerak industri kreatif) dan Bapak Mochamad Hariadi (representasi akademisi/pakar AI), tercipta sinergi yang setara. Ini memecah silo-silo sektoral yang selama ini menghambat kemajuan.

4. Mengangkat Kearifan Lokal sebagai Kekuatan Utama di Era Digital
Di tengah gempuran teknologi global, ada kekhawatiran bahwa nilai-nilai lokal akan tergerus. Seminar ini menegaskan bahwa teknologi dan kearifan lokal bukanlah dua hal yang bertentangan. Sebaliknya, teknologi (seperti AI, AR, dan serious game) dapat menjadi alat untuk melestarikan, mengemas, dan memasarkan produk-produk budaya serta kearifan lokal Jawa Timur agar lebih kompetitif di pasar global.

 

 

 

 

  •