Model Penguatan Kapasitas Kader Desa Tejoasri Melalui Sinergi Kewirausahaan dan Community-Based Early Warning System untuk Mitigasi KDRT
DOI:
https://doi.org/10.30742/n79xcp03Keywords:
Kewirausahaan, Early Warning System, Kekerasan, Pemberdayaan PKKAbstract
Desa Tejoasri di Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan ganda dalam pembangunan ketahanan keluarga. Meskipun memiliki potensi sosial yang kuat, desa ini masih rentan terhadap kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang seringkali tidak terlaporkan (iceberg phenomenon). Tujuan utama program ini adalah memutus rantai kekerasan melalui pendekatan simultan: kemandirian ekonomi dan keamanan sosial. Metode pelaksanaan penmas dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tiga tahapan strategis: (1) Sosialisasi dan Pembentukan Satgas, yang berfokus pada penyusunan SOP penanganan kasus; (2) Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal, untuk memberikan skill ekonomi produktif bagi kelompok rentan dan kader; serta (3) Implementasi Community-Based Early Warning System (EWS), yakni sistem peringatan dini berbasis komunitas yang memanfaatkan jejaring tetangga dan teknologi komunikasi sederhana untuk pelaporan cepat. Hasil dari program ini adalah terbentuknya kelompok kader PKK yang memiliki literasi hukum dan ketahanan keluarga, berdirinya rintisan unit usaha mandiri sebagai jaring pengaman ekonomi, serta beroperasinya sistem EWS yang efektif dalam memitigasi risiko fisik maupun psikis akibat KDRT.




