Peningkatan Literasi Keuangan Digital melalui Edukasi Pasar Modal bagi UMKM dan Masyarakat Lokal Berbasis Bilingual untuk Mendukung Ekonomi Kreatif di Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.30742/q9vyht06Keywords:
Literasi Keuangan , Investasi Digital , Edukasi Bilingual, UMKM, Pasar ModalAbstract
Kelurahan Nenang yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengalami perkembangan ekonomi cukup pesat, khususnya pada sektor UMKM. Namun demikian, tingkat literasi keuangan masyarakat masih relatif rendah dan belum sepenuhnya memahami sistem investasi pasar modal berbasis digital. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 oleh Otoritas Jasa Keuangan (2024), indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 65,43%.
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital melalui edukasi pasar modal berbasis bilingual (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop dan sosialisasi, serta evaluasi kegiatan dengan bekerja sama bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalimantan Timur.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sederhana, konsep investasi saham dan reksa dana, serta penggunaan aplikasi pasar modal digital. Pendekatan bilingual turut membantu peserta memahami istilah ekonomi global seperti investment, profit, capital, dan saving. Program ini mendukung terciptanya masyarakat Nenang yang lebih melek finansial, adaptif terhadap digitalisasi, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi kreatif di kawasan penyangga IKN.




